Sunday, September 7, 2014

sejarah akmil






Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA)
Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945,atas perintah Kepala Staf Umum
Tentara
Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip
Soemohardjo. Pada tahun 1950, MA Yogyakarta
setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan
tehnis, ditutup untuk sementara dan taruna
angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di
KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu yang
sama diberbagai tempat lain (Malang,
Mojoangung, Salatiga, Tangerang, Palembang,
Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) didirikan Sekolah
Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI
AD / ABRI pada waktu itu.

Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung
didirikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie
Angkatan Darat), dan pada tanggal 23
September 1956 berubah menjadi ATEKAD
(Akademi Teknik Angkatan Darat). Sementara itu
pula pada tanggal 13 Januari 1951 didirikan pula
P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat)
di Bandung. Mengingat pada saat itu banyak
sekolah perwira TNI AD, maka muncul gagasan
dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu
Akademi Militer, gagasan ini pertama kali
dimunculkan pada sidang parlemen oleh Menteri
Pertahanan pada tahun 1952.
Setelah melalui
berbagai proses, maka pada tanggal 11
Nopember 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir
Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan
Perang RI, meresmikan pembukaan kembali
Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di
Magelang. Akademi Militer ini merupakan
kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna
masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai
Taruna AMN angkatan ke-4.

Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional
Magelang di integrasikan dengan ATEKAD
Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional
dan berkedudukan di Magelang.
Mengingat pada saat itu masing-masing
angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki
Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965
seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan
AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Sesuai
dengan tuntutan tugas, maka pada tanggal 29
Januari 1967 Akabri di Magelang diresmikan
menjadi Akabri Udarat, yang meliputi dua Akabri
bagian di bawah satu pimpinan, yaitu Akabri
Bagian Umum dan Akabri bagian Darat. Akabri
Bagian Umum mendidik taruna TK-I selama satu
tahun, termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan
Chandradimuka, sedangkan Akabri bagian Darat
mendidik taruna Akabri Bagian Darat mulai TK-II
sampai dengan TK-IV. Pada tanggal 29
September 1979 Akabri Udarat berubah
namanya menjadi Akabri Bagian Darat.
Dalam rangka reorganisasi di lingkungan
ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri
Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil
(Akademi Militer).

Pada tanggal 1 April 1999 secara resmi
Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI
berubah menjadi TNI. Sejak itu pula Akademi
Kepolisian terpisah dari AKABRI. Kemudian
AKABRI berubah namanya menjadi Akademi TNI
yang terdiri dari AKMIL, AAL, AAU.
Berdasarkan Perpang Nomor :Perpang/
28/ V/ 2008 tanggal 12 Mei 2008 Pendidikan
Dasar Keprajuritan Chandradimuka dan Integratif
Akademi TNI pola 12 bulan langsung dibawah
Mako Akademi TNI. Kemudian AKMIL
menyelenggarakan pendidikan khusus Taruna
Angkatan Darat tingkat II, III dan IV
VISI DAN MISI AKADEMI MILITER
1. Visi :
Melahirkan Perwira yang memiliki karakter,
berpengetahuan global, berwawasan kebangsaan
dan profesional serta dicintai rakyat.
2. Misi
a. Membentuk Taruna menjadi Perwira yang
memiliki karakter, sikap dan perilaku sebagai
prajurit Saptamarga.
b. Membekali Taruna dengan pengetahuan dan
keterampilan dasar keprajuritan yang
berkemampuan intelektual setingkat akademi/
perguruan tinggi.
c. Membentuk Taruna yang memiliki
kesemaptaan jasmani yang prima.

No comments: